Translate this page:

Jumat, 11 Juni 2010

Pemeriksaan Tekanan Darah

Dilanjut lagi postingannya…Ini kelanjutan dari posting PENGUKURAN SUHU, PEMERIKSAAN DENYUT NADI dan PEMERIKSAAN PERNAFASAN.


Pemeriksaan Tekanan Darah

Nilai tekanan darah merupakan indikator untuk menilai sistem kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan nadi. Pemeriksaan tekanan darah dapat diukur dengan metode yaitu:

  1. Metode Langsung: Metode yang menggunakan kanula atau jarum yang dimasukkan kedalam pembuluh darah yang dihubungkan dengan manometer. Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian khusus
  2. Metode Tak Langsung: Metode yang menggunakan sfigmomanometer. Pengukuran tak langsung ini menggunakan 2 cara yaitu
    1. Palpasi yang mengukur tekanan sistolik tanpa menggunakan stetoskop dan
    2. Auskultasi yang dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolik dan cara ini memerlukan stetoskop

TUJUAN

Mengetahui nilai tekanan darah

ALAT dan BAHAN

  1. Sfigmomanometer (Tensimeter) yang terdiri dari:
    1. Manometer air raksa + klep penutup dan pembuka
    2. Manset udara
    3. Slang karet
    4. Pompa udara dari karet + sekrup pembuka dan penutup
  2. Stetoskop
  3. Buku catatan tanda vital
  4. Pena

PROSEDUR KERJA

Cara Palpasi

  1. Jelaskan prosedur pada pasien
  2. Cuci tangan
  3. Atur posisi pasien
  4. Letakkan lengan pasien yang hendak diukur pada posisi terlentang
  5. Lengan baju dibuka
  6. Pasang manometer pada lengan kanan/kiri atas, sekitar 3 cm diatas fossa cubiti (Siku lengan bagian dalam). Jangan terlalu ketat atau terlalu longgar
  7. Tentukan denyut nadi arteri radialis  (nadi pada siku bagian dalam) dekstra/sinistra dengan jari tangan kita
  8. Pompa balon udara manset samapi denyut nadi arteri radialis tidak teraba
  9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mmHg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba
  10. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar sekrup  pada pompa udara berlawanan arah jarum jam.
  11. Catat mmHg manometer saat pertama kali denyut nadi teraba. Nilai ini menunjukkan tekanan sistolik secara palpasi dan tak mungkin dengan cara ini menemukan tekanan diastolik
  12. Catat hasil
  13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

Cara Auskultasi

  1. Jelaskan prosedur pada pasien
  2. Cuci tangan
  3. Atur posisi pasien
  4. Letakkan lengan pasien yang hendak diukur pada posisi terlentang
  5. Lengan baju dibuka
  6. Pasang manometer pada lengan kanan/kiri atas, sekitar 3 cm diatas fossa cubiti (Siku lengan bagian dalam). Jangan terlalu ketat atau terlalu longgar
  7. Tentukan denyut nadi arteri radialis  (nadi pada siku bagian dalam) dekstra/sinistra dengan jari tangan kita
  8. Pompa balon udara manset samapi denyut nadi arteri radialis tidak teraba
  9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mmHg lebih tinggi dari titik radialis tidak teraba
  10. Letakkan diafragma stetoskop diatas arteri brakhialis dan dengarkan
  11. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar sekrup  pada pompa udara berlawanan arah jarum jam.
  12. Catat mmHg manometer saat pertama kali denyut nadi terdengar nilai ini menunjukkan tekanan sistolik dan catat mmHg denyut nadi yang terakhir terdengar, niali ini menunjukkan tekanan dastolik.
    1. Suara Korotkoff I : Menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi
    2. Suara Korotkoff IV/V: Menunjukkan besarnya tekanan diastolik secara auskultasi
  13. Catat hasilnya pada catatan pasien
  14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

No

NAMA PASIEN

PEMERIKSA

HASIL TEKANAN DARAH (mmHg)

Berbaring

Duduk

Berdiri

1
2
3

 

 

 

 

 


Untuk nilai normal dapat dilihat pada postingan saya tentang SATUAN ACARA PENYULUHAN HIPERTENSI

BUKU:

A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, “Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia” Penulis: A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, Musrifatul Uliyah, S.Kp; Editor: Monica Ester.- Jakrata : EGC : 2004


Sebaris coretan yang dapat kupersembahkan untuk dunia keperawatan

**Kapuk Online** (RS PKU Muhammadiyah Solo)

Do you like this article? Share It!

Kirim update terbaru dari Blog Kapuk Online
langsung ke Inbox Email anda!:

Baca juga

9 comments

11 Juni 2010 13:32

pertamaaaxxx....

13 Juni 2010 07:55

jadi inget pas donor..hehe

13 Juni 2010 10:35

Wah formatnya seperti laporan aj sob...

Atau memang ini laporan yah...

Hehehehehe....

14 Juni 2010 11:17

sob, kerjanya di bidang kedokteran ya?

14 Juni 2010 21:12

@ tfd & @ tukang colong: thank's kehadirannya
@ ToPu : ya memang mirip gitu deh
@ Iksan : Perawat Sob

14 Juni 2010 21:26

sama2..:)

15 Juni 2010 15:44

perawat dimana

15 Juni 2010 16:36

Wah.... ane mau di tensi Sob!!

5 Juli 2010 14:37

nambah deh ilmu

Poskan Komentar